SURVEY WILAYAH & SOSIALISASI PROGRAM DESA SEJAHTERA PURWOREJO
KOPMU-DT melalui Program Desa Sejahtera Purworejo melaksanakan kegiatan Survey Wilayah dan Sosialisasi Program Peduli Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Pupuk Kompos & & Media Tanam di Desa Tlaga Rejo

Purworejo, Kamis, 24 September 2026 — KOPMU-DT melalui Program Desa Sejahtera Purworejo melaksanakan kegiatan Survey Wilayah dan Sosialisasi Program Peduli Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Pupuk Kompos & Media Tanam di Desa Tlaga Rejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan Program Peduli Petani Sejahtera Atsiri Nilam yang sebelumnya telah berjalan di wilayah Wonosari Ngombol. Survey dilakukan untuk melihat potensi wilayah sekaligus menggali peluang pengembangan usaha berbasis pemanfaatan sumber daya lokal. Di lokasi juga ditemukan potensi pembibitan tanaman nilam menggunakan polybag, yang dapat menjadi bagian dari ekosistem pengembangan budidaya nilam secara berkelanjutan.
Pengembangan KUBE ini berangkat dari adanya potensi sisa hasil penyulingan tanaman nilam yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal. Sisa daun dan bagian tanaman nilam akan diarahkan untuk diolah menjadi pupuk kompos dan media tanam, sementara bagian batang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk mendukung proses penyulingan nilam berikutnya. Hasil produksi KUBE berupa pupuk kompos nantinya tidak hanya dipasarkan kepada masyarakat umum, tetapi juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pupuk bagi PM Program Petani Sejahtera Atsiri Nilam dan PM Program Sacha Inchi. Dengan demikian, program KUBE diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan yang saling mendukung dan terhubung antarprogram dalam Program Desa Sejahtera Purworejo.
Desa Tlaga Rejo memiliki modal sosial dan potensi sumber daya lokal yang cukup beragam. Kearifan lokal, budaya gotong royong, keguyuban, serta tradisi silaturahim antarwarga masih terjaga dengan baik. Selain tanaman nilam, hampir setiap warga memiliki kambing etawa, meskipun jumlah kepemilikannya beragam. Potensi lainnya meliputi pengrajin besek, produksi gula aren, serta komoditas hortikultura yang melimpah seperti kopi dan berbagai tanaman lainnya. Keberagaman potensi tersebut menjadi modal penting untuk membangun pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada satu jenis usaha, tetapi membentuk keterhubungan antara pertanian, peternakan, pengolahan limbah, produksi pupuk, pembibitan, hingga pemasaran.
Dalam sesi sosialisasi, disampaikan latar belakang pengguliran program, ketentuan, serta tujuan program kepada 10 orang warga yang hadir, turut didampingi perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Peserta antusias menyampaikan pertanyaan, antara lain mengenai teknis produksi, manfaat atau benefit bagi Penerima Manfaat (PM), serta aspek kerahasiaan data. Setelah seluruh informasi disampaikan, warga diberikan waktu untuk mempertimbangkan dan menentukan kesediaannya menjadi PM Program Desa Sejahtera Purworejo. “Harapannya, KUBE ini bukan hanya menjadi solusi pemanfaatan limbah nilam, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem usaha yang saling menguatkan. Produk pupuk kompos yang dihasilkan dapat kembali mendukung kebutuhan PM program nilam dan Sacha Inchi, sekaligus memiliki peluang pasar di masyarakat umum,” ujar Dodi Sutisna, Man USPPS dan Program Pemberdayaan KOPMU-DT.
No comments yet. Login to start a new discussion Start a new discussion