Monitoring Program Peduli Peternak Sejahtera DTPeduli Yogyakarta Dorong Penguatan Ekonomi Warga melalui Peternakan Domba Terintegrasi
DT Peduli melalui Program Peduli Peternak Sejahtera melaksanakan kegiatan monitoring perkembangan program di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Sleman–Yogyakarta, Selasa, 22 September 2026 — DT Peduli melalui Program Peduli Peternak Sejahtera melaksanakan kegiatan monitoring perkembangan program di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan dengan membersamai Muhammad Fikri G. (PIC Program Desa Sejahtera DT Peduli), Nur Ikhsan (Kepala Cabang DT Peduli Yogyakarta), dan Novianto (Kepala Bagian Program DT Peduli Yogyakarta). Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan program sekaligus memastikan proses pendampingan dan pemberdayaan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Program saat ini melibatkan 20 penerima manfaat (PM) yang mayoritas merupakan warga sekitar lokasi program, sehingga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat setempat.
Program Peduli Peternak Sejahtera di Yogyakarta disinergikan dengan Sinatria Farm, yang merupakan bagian dari Sinatria Group dan dikenal sebagai peternakan domba modern terintegrasi dengan konsep kandang terkoleksi. Dalam kesempatan monitoring tersebut, tim bertemu dengan Bu Vita Krisnadewi selaku CEO Sinatria Group bersama suaminya, Bapak Rozai, dan Mas Bara Tim dari Sinatria Farm, untuk memperkuat sinergi dan melihat secara langsung perkembangan program. Para PM mendapatkan fasilitas berupa pendidikan dan pelatihan peternakan, fasilitas kandang, masing-masing tiga ekor bakalan domba betina lokal dan satu ekor domba jantan Cross Texel, pemanfaatan lahan kandang melalui skema sewa selama lima tahun, pendampingan, konsultasi, serta akses pasar. Program yang mulai berjalan sejak Mei 2026 ini menunjukkan perkembangan positif, dari populasi awal sebanyak 80 ekor domba kini telah terdata mencapai 121 ekor. Perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator awal bahwa proses pengelolaan dan pendampingan mulai memberikan hasil.
Hal yang menarik dari program ini adalah keterlibatan masyarakat lintas generasi. Selain orang tua, terdapat empat orang anak muda yang turut menjadi PM, sehingga menjadi nilai tambah dalam mendorong regenerasi pelaku usaha peternakan di masyarakat. Para PM juga mulai mengembangkan pemanfaatan limbah peternakan berupa kotoran hewan (kohe) yang dikumpulkan untuk selanjutnya diolah menjadi bahan campuran pupuk kompos dan media tanam. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pengelolaan peternakan yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang sumber pendapatan tambahan bagi para PM. Dodi Sutisna, selaku Manajer USPPS & Program Pemberdayaan KOPMU-DT, menyampaikan bahwa monitoring menjadi bagian penting untuk memastikan setiap proses program terus berkembang, memberikan manfaat nyata, dan membuka peluang kemandirian ekonomi bagi masyarakat penerima manfaat.
No comments yet. Login to start a new discussion Start a new discussion