Menjaga Ikan, Menjaga Harapan: Monitoring Program Peduli Peternak Sejahtera Budidaya Ikan Hias

Di balik gemerlap warna ikan-ikan hias yang berenang di dalam akuarium, tersimpan sebuah proses panjang yang membutuhkan ketelatenan, pengetahuan, dan kesabaran

 · 2 min read


Bandung 22-23 September 2026 — Di balik gemerlap warna ikan-ikan hias yang berenang di dalam akuarium, tersimpan sebuah proses panjang yang membutuhkan ketelatenan, pengetahuan, dan kesabaran. Hal tersebut terlihat dalam agenda Monitoring Program Peduli Peternak Sejahtera Budidaya Ikan Hias, yang telah berjalan sejak Mei 2026 hingga saat ini.


Program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh DT Peduli bersama KOPMU-DT ini melibatkan 10 Penerima Manfaat (PM) yang mengembangkan usaha budidaya berbagai jenis ikan hias. Di antaranya Corydoras, Brashmout, Guppy, Rasbora, serta beberapa jenis ikan hias lainnya.


Monitoring tidak hanya menjadi agenda untuk melihat perkembangan budidaya, tetapi juga menjadi ruang untuk mendengarkan langsung cerita para peternak—mulai dari perkembangan ikan, proses pemeliharaan, produktivitas, hingga berbagai tantangan yang mereka hadapi di lapangan.


Air Menjadi Salah Satu Kunci


Dalam proses budidaya ikan hias, kondisi air menjadi salah satu faktor penting. Para Peternak menghadapi tantangan ketika kondisi air kurang stabil, yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan ikan mengalami gangguan hingga kematian.


Selain itu, kemarau panjang turut memberikan dampak terhadap proses budidaya. Kondisi lingkungan dan ketersediaan air yang berubah berpengaruh terhadap produktivitas ikan, termasuk pada proses ikan bertelur.


Namun, tantangan tersebut tidak menjadi alasan untuk berhenti.


Melalui kegiatan monitoring, pendampingan diarahkan untuk membantu Peternak memahami kembali kondisi usaha mereka, mengidentifikasi permasalahan, serta mencari langkah perbaikan yang dapat dilakukan sesuai kondisi masing-masing lokasi budidaya.


Dari Akuarium, Tumbuh Sebuah Harapan


Budidaya ikan hias mungkin terlihat sederhana ketika hanya dilihat dari ikan yang berenang di dalam akuarium. Tetapi bagi para Peternak, setiap ikan yang tumbuh adalah bagian dari proses membangun kemandirian ekonomi.


Ada proses merawat air, menjaga kualitas lingkungan, memberi pakan, memantau pertumbuhan, memperhatikan proses pemijahan, hingga menghadapi risiko kematian ikan.


Di sinilah makna pemberdayaan hadir.


Bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi mendampingi agar penerima manfaat mampu mengembangkan usaha, belajar menghadapi masalah, dan perlahan membangun kemandirian.


Program yang telah berjalan sejak Mei ini diharapkan terus berkembang sehingga para Peternak tidak hanya mampu mempertahankan budidaya, tetapi juga dapat meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha ikan hias secara berkelanjutan.


Karena pada akhirnya, yang dibudidayakan bukan hanya ikan hias, tetapi juga ikhtiar, kemandirian, dan harapan untuk kehidupan yang lebih berdaya.


DT Peduli × KOPMU-DT

Memberdayakan, mendampingi, dan menumbuhkan kemandirian


Galih Risjani

Pendamping & Staff Program Pemberdayaan


No comments yet.

Add a comment
Ctrl+Enter to add comment