Menguatkan Peternak, Menghidupkan Kebermanfaatan

Menjadi peternak bukan hanya tentang memelihara hewan dan menunggu hasil panen. Di baliknya ada proses belajar, ketekunan, kepedulian, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan.

 · 2 min read

SUKABUMI, 27 Agustus 2026 — Menjadi peternak bukan hanya tentang memelihara hewan dan menunggu hasil panen. Di baliknya ada proses belajar, ketekunan, kepedulian, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan. Semangat inilah yang kembali dikuatkan dalam agenda Monitoring Penerima Manfaat (PM) Peternak Desa Sejahtera Sukabumi, Kamis (27/8).


Kegiatan monitoring menjadi ruang bagi para peternak untuk mengevaluasi perkembangan usaha sekaligus berbagi pengalaman dalam menghadapi persoalan yang muncul di lapangan. Mulai dari penanganan hewan ternak yang sakit hingga persoalan ketersediaan pakan yang semakin menantang ketika memasuki musim kemarau.


Dalam kondisi tersebut, pengetahuan menjadi salah satu modal penting bagi peternak. Kemampuan mengenali kondisi kesehatan ternak, melakukan penanganan awal, serta mencari alternatif sumber pakan dapat membantu peternak menjaga keberlangsungan usahanya.


Pa Sansan, Pengurus KOPMU-DT, turut memberikan penguatan agar para peternak tidak berhenti belajar. Menurutnya, tantangan dalam beternak merupakan bagian dari proses untuk menjadi lebih terampil dan mandiri.


Peternak juga didorong untuk tidak hanya berorientasi pada hasil pribadi, tetapi mulai melihat usaha ternak sebagai sumber kebermanfaatan yang dapat dirasakan lebih luas.


Dari Satu Peternak, Manfaat Terus Bergulir

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah skema program ternak berbasis perguliran.


Melalui skema ini, hasil breeding ternak, khususnya ternak betina, diharapkan tidak seluruhnya berhenti pada peternak penerima manfaat pertama. Sebagian hasil pengembangan ternak dapat digulirkan kepada Penerima Manfaat lainnya sehingga semakin banyak keluarga yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usaha.


Konsep tersebut membawa pesan sederhana namun kuat: bantuan yang diterima hari ini dapat menjadi jalan untuk membantu orang lain di kemudian hari.


Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah ternak atau meningkatnya pendapatan peternak. Lebih jauh, keberhasilan juga terlihat ketika manfaat program mampu berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya dan terus berkembang.


Beternak dengan Ilmu, Berbagi dengan Hati

Perguliran ternak juga menjadi bentuk rasa syukur sekaligus komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan program. Ketika seekor ternak berkembang dan menghasilkan keturunan, di dalamnya terdapat peluang baru bagi keluarga lain untuk ikut tumbuh.


Semangat inilah yang diharapkan menjadi budaya dalam program Desa Sejahtera Sukabumi: belajar untuk mandiri, berkembang untuk berbagi, dan menerima manfaat sekaligus menjadi sumber manfaat bagi orang lain.


Sebab, kebermanfaatan sejati tidak berhenti ketika seseorang berhasil meningkatkan kehidupannya sendiri. Kebermanfaatan akan menjadi lebih berarti ketika keberhasilan tersebut mampu membuka jalan bagi orang lain untuk ikut bangkit.


Dari kandang-kandang sederhana para peternak di Sukabumi, sebuah pelajaran besar sedang dibangun: usaha yang dirawat dengan ilmu dapat menghasilkan kemandirian, sementara kemandirian yang dibagikan dapat melahirkan kebermanfaatan yang berkelanjutan.


No comments yet.

Add a comment
Ctrl+Enter to add comment