KOPMU-DT Dorong UMKM Naik Kelas melalui Business Matching FUSION di Bandung

Bandung, 7 Juli 2026 – Upaya memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pangan terus digencarkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan

 · 2 min read

Bandung, 7 Juli 2026 – Upaya memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pangan terus digencarkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan Business Matching yang menjadi bagian dari program FUSION (Strengthening MSME Capacity for Food Supply Chain Integration in Indonesia), yang diselenggarakan oleh Regional Trade for Development (RT4D) bersama Kementerian UMKM Republik Indonesia dengan dukungan Pemerintah Australia dan Selandia Baru.


Kegiatan yang berlangsung di Bandung ini dihadiri oleh berbagai pelaku UMKM, mitra usaha, serta institusi pendukung pengembangan bisnis. Ketua KOPMU-DT turut memenuhi undangan untuk mengikuti workshop dan sesi business matching yang dirancang untuk membuka peluang kemitraan baru bagi para pelaku usaha.


Program FUSION sebelumnya telah membekali 30 peserta dari 22 UMKM Jawa Barat melalui pelatihan dan pendampingan intensif. Pembinaan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar lebih siap memenuhi standar dan kebutuhan rantai pasok pangan yang semakin kompetitif.


Melalui kegiatan business matching, para peserta mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan calon pembeli (buyer), mitra strategis, dan lembaga pendukung usaha. Forum ini menjadi sarana penting untuk memperluas jaringan bisnis, menjajaki peluang kerja sama, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk UMKM lokal.


Selain sesi pertemuan bisnis, peserta juga memperoleh edukasi mengenai SAPA UMKM, sebuah layanan terpadu berbasis digital yang dikembangkan oleh Kementerian UMKM Republik Indonesia. Aplikasi yang disebut sebagai super app UMKM ini dirancang untuk menyatukan berbagai layanan penting dalam satu platform, mulai dari pendataan, pembiayaan, hingga pembinaan usaha.


Dalam pemaparannya, perwakilan Kementerian UMKM menjelaskan bahwa SAPA UMKM memiliki tiga fungsi utama. Pertama, menciptakan satu data nasional UMKM yang akurat untuk memetakan kebutuhan sekitar 57 juta pelaku usaha di Indonesia. Kedua, memperluas akses pembiayaan melalui koneksi dengan sumber permodalan resmi, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), sehingga pelaku usaha dapat terhindar dari praktik pinjaman ilegal. Ketiga, mendorong digitalisasi usaha melalui proses onboarding digital yang membantu UMKM meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas jangkauan pasar.


Kehadiran SAPA UMKM dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi ekosistem UMKM nasional. Dengan integrasi data, akses pembiayaan yang lebih mudah, serta pendampingan yang berkelanjutan, pelaku usaha diharapkan mampu tumbuh lebih cepat dan berdaya saing di pasar yang semakin terbuka.


Partisipasi KOPMU-DT dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen untuk terus mendukung pengembangan anggota dan pelaku UMKM agar mampu naik kelas, memperkuat jaringan usaha, serta memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia melalui program-program penguatan kapasitas dan kemitraan bisnis.


No comments yet.

Add a comment
Ctrl+Enter to add comment