Bangkit, Jangan Berhenti Berikhtiar! Semangat Warga Sukabumi Menjemput Kemandirian

Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah. Semangat itulah yang mengemuka dalam kegiatan Monitoring Program Bantuan Usaha UMKM dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE)

 · 2 min read

SUKABUMI, 27 Agustus 2026 — Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah. Semangat itulah yang mengemuka dalam kegiatan Monitoring Program Bantuan Usaha UMKM dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Desa Sejahtera Sukabumi, yang berlangsung di Kampung Haji BPKH, Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (27/8).


Kegiatan monitoring tidak sekadar menjadi ruang untuk mengevaluasi perkembangan usaha para Penerima Manfaat (PM), tetapi juga menjadi momentum untuk kembali menyalakan semangat agar masyarakat terus berikhtiar membangun kemandirian ekonomi.


Dalam kesempatan tersebut, Pa Sansan, Pengurus KOPMU-DT, memberikan penguatan kepada para PM agar tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha. Salah satunya adalah kondisi infrastruktur yang hingga kini belum sepenuhnya selesai.


Menurutnya, usaha tidak harus menunggu semuanya sempurna. Selama masih ada kesempatan dan kemampuan, langkah kecil untuk kembali berjualan harus mulai dilakukan.

“Jangan berhenti berikhtiar. Keterbatasan yang ada jangan sampai membuat kita berhenti bergerak. Mulailah dari apa yang bisa dilakukan hari ini,” menjadi pesan penguatan yang disampaikan kepada para PM.

Pesan tersebut menjadi penting karena pemberdayaan sejatinya bukan hanya tentang bantuan modal atau sarana usaha. Lebih dari itu, pemberdayaan adalah proses menumbuhkan keberanian untuk bangkit, mencoba kembali, dan perlahan membangun kemampuan agar masyarakat mampu berdiri di atas kakinya sendiri.


Suasana kegiatan pun berlangsung hangat. Para PM mengikuti proses monitoring dan pembinaan dengan penuh antusias. Kebersamaan antara pengelola program dan penerima manfaat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan serta memastikan program benar-benar memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat.


Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar

Dalam pembinaan tersebut, para PM juga diingatkan bahwa rezeki tidak cukup hanya ditunggu. Ia perlu dijemput melalui ikhtiar, doa, dan tawakal.

Kondisi usaha yang belum ideal bukan berarti harus menjadi alasan untuk berhenti. Justru dari keterbatasan itulah muncul kesempatan untuk belajar menemukan cara-cara baru, memperbaiki strategi, dan mengembangkan usaha secara bertahap.


Semangat tersebut terlihat dari kebersamaan para peserta yang hadir dalam kegiatan monitoring. Senyum dan antusiasme mereka menjadi gambaran bahwa harapan untuk meningkatkan kesejahteraan masih terus tumbuh.


Ekonomi Kuat, Spiritual Juga Diperkuat

Selain mendorong penguatan ekonomi, para PM juga diajak untuk memperhatikan aspek spiritual. Mereka didorong untuk rutin mengikuti kajian-kajian Aa Gym sebagai sarana memperkuat keimanan, memperbaiki diri, serta semakin mendekatkan hati kepada Allah SWT.


Sebab, keberhasilan dalam pemberdayaan tidak hanya diukur dari meningkatnya omzet atau berkembangnya usaha. Ada nilai yang lebih besar, yakni lahirnya masyarakat yang mandiri secara ekonomi, kuat secara mental, dan dekat secara spiritual.

Program Desa Sejahtera Sukabumi diharapkan menjadi bagian dari proses panjang tersebut. Bantuan usaha yang diberikan bukanlah titik akhir, melainkan titik awal untuk bergerak menuju kemandirian.


Dari Kampung Haji BPKH Nyalindung, pesan sederhana kembali ditegaskan: tidak perlu menunggu keadaan sempurna untuk memulai. Selama masih ada kesempatan, teruslah bergerak, berusaha, berdoa, dan bertawakal.


Karena terkadang, perubahan besar dalam kehidupan justru dimulai dari satu langkah kecil yang berani dilakukan hari ini.

Bangkit. Mulai lagi. Jangan berhenti berikhtiar.



No comments yet.

Add a comment
Ctrl+Enter to add comment